![]() |
| MALL OLYIMPIC GARDEN |

lets see, how the beautiful places in malang city n enjoy it
![]() |
| MALL OLYIMPIC GARDEN |

Coban Rondo adalah nama sebuah air terjun yang indah dilereng gunung Panderman. Berjarak kurang lebih 32 km sebelah barat kota malang, tepatnya di desa Pande Sari Pujon, coban rondo sangat menarik untuk dikunjungi.
Bendungan Karang Kates (bendungan Sutami) terletak di kec Sumber Pucung sekitar 40 km sebelah selatan Malang. kalau dari kota malang, kita akan melewati kecamatan kepanjen lalu kec sumberpucung. di bendungan karangkates Anda dapat menikmati keindahan danau buatan sambil berperahu dan memancing. apalagi kegiatan tersebut di waktu pagi atau sore hari… bisa liat sunrise dan sunset he…he..menyenangkan pokoknya…sensasinya





Museum Sejarah Bentoel dulunya adalah sebuah rumah yang digunakan sebagai usaha kecil-kecilan Rokok Bentoel. Usaha ini didirikan oleh Ong Hok Liong pada tahun 1925. Perusahaan ini berada di Jl. Pecinan Kecil no.32 Malang yang sekarang bernama Jl. Wiromargo. Pada masa sekarang, rumah ini digunakan sebagai museum sejarah Pabrik Rokok P.T. Bentoel, sedangkan saat ini Perusahaan dan Kantor P.T. Bentoel berada di Karanglo, Malang dengan manajemen baru mengukuhkan diri menjadi PT. Bentoel Prima.



Monumen TGP atau Monumen Tentara Genie Pelajar didirikan pada 7 Juli 1989, dimaksudkan agar generasi muda senantiasa ingat akan perjuangan para pahlawan. Monumen ini berbentuk 17 pilar disekelilingnya 3 lantai dasar, 4 pilar penopang patung dan 5 lapis tempat landasan patung. Juga dikombinasikan akan menghasilkan 17-8-45 sebagai hari kemerdekaan Indonesia. Akses bisa dicapai lewat dari jalur GL dan ADI dari terminal Landungsari dan LDG dari terminal Gadang.Dua puluh tahun adalah usia yang terbilang cukup senior bagi usaha bakso, seperti rentang waktu yang telah dilalui oleh Bakso Tenes. Di usianya ke-20, bakso ini tetap menjadi kerjaran banyak orang, mengapa?
Tenda bakso yang satu ini memang terletak di pinngir jalan, tetapi jangan salah menilai pada Bakso yang satu ini. Meski memangkal pada sebuah tenda di pinggir jalan, nama Bakso Tenes yang berlokasi di sebelah lapangan tenes Stadion Gajayana ini, adalah salah satu bakso favorit orang Malang.
“Bakso disini enak mbak, nih coba saja,” begitu dikatakan Afni, salah seorang pengunjung tenda Bakso Tenes pada ijenews. Pantas memang, Bakso ini menjadi favotit warga Malang. Selain ukuran Bakso-nya yang limayan besar, sebesar bola tennis, kekhasan rasanya pun konon tidak luntur meski usaha Bakso made in Cak Kabul ini telah menganjak hampir 20 tahun.
Hampir semua pengunjung mengungkapkan hal senada. Kebanyakan dari mereka mengakui jika Bakso Tenes ini gurih, kenyal, dan serasa berserat. Ketika ditanya rahasia kenikmatan baksonya, Cak Kabul hanya mengungkapkan bahwa daging yang dipergunakan untk baksonya adalah daging sapi yang masih segar.
Disamping itu, resep lainya adalah tidak menggunakan jerohan sebagai pendamping bakso. Ia mengutarakan bahwa dirinya hanya menyajikan bakso kasar, halus, gorenng, bulat, dan mekar. Ditambah pula dengan mie, tahu serta siomay.
“Saya memang sengaja tidak menyajikan jerohan di tenda Bakso Tenes ini,” katanya. Sebab, menurutnya di Malang ini sudah banyak penjual bakso yang menyajikan bakso dengan jerohan. “jadi saya memilih tidak meniru mereka ,”ujar cak Kabul.
Seperti itulah Bakso Tenes. Bakso ini memang menjadi kejaran siapapun, malah, menurut Cak Kabul dirinya tidak hanya melayani orang-orang yang datang ke tendanya saja. Produk baksonya seringkali singgah di acara-acara pesta seperti pernikahan. “Tidak hanya pembeli yang datang kesini Saja yang kami layani, “ ujarnya. Menurutnya Bakso Tenes juga melayani dalam bentuk partai. Misalkan saja dalam acara pesta pernikahan, ulang tahun ataupun dalam acara-acara keluarga yang ingin menyajikan bakso sebagai menu utamanya. Saking lezatnya, tenda bakso ini pernah juga dipesan oleh “Sang Wali”, maksudnya Walikota Malang, Peni Suparto, MAP, sebagai salah satu menu yang disajikan dalam acara pesta pernikahan anak orang nomor satu di Malang ini.
Kendati di beberapa kota di Indonesia ini sempat merbak kasus formalin yang dijadikan bahan pengawet dan menyeret usaha para pedagang bakso pada kerugian, nampaknya Cak Kabul tak begitu khawatir. “Bakso-bakso dan yang lainya disini bebas dari formalin,” ungkapnya. Hal ini toh bisa dilihat dari baksonya yang kenyal dan masih segar. Selain itu, Bakso Tenes juga selalu berusaha memuaskan siapapun yang datang untuk membeli baksonya. Dari tahun ke tahun Bakso Tenes selalu melahirkan dan menyajikan menu terbaru bagi pelangganya. Contohnya saja, baru-baru ini selain menyajikan menu utama bakso, Bakso Tenes juga manyajikan soto ayam yang tak kalah lezat dari Baksonya. Masih ada pengembangan lain? Kita tunggu saja.
Sejak dibukanya cabang Iga Bakar Mas Giri di Malang pada Sabtu (17/4) tepatnya di Jl. Besar Ijen 77 B (utara Poltekes), tak henti-hentinya pengunjung memadati warung yang berukuran kurang lebih 6x9 meter. Malang merupakan cabang yang ke-20. Untuk Jatim sendiri baru ada dua cabang yakni di Tulungagung dan Malang. Selebihnya, tersebar di seluruh Indonesia seperti Jakarta (empat cabang), Bekasi, Bandung, Bogor, Mataram, Pekanbaru, Banda Aceh. Sisanya tujuh cabang yang berpusat di Medan yang didirikan oleh Sugiri, pria kelahiran Ngawi yang sudah sejak 1996 hijrah ke Medan hingga saat ini.
Bagi pencinta masakan belut, pasti sudah familier dengan nama Belut Surabaya. Belut Surabaya yang ada di Malang merupakan Cabang Belut Surabaya H. Poer. Namun, Belut Surabaya yang ada di Malang sejak tahun 2006 lalu memiliki kreasi masakan tersendiri. Berbagai kreasi tersebut di sesuaikan dengan keinginan para pelanggan Belut Surabaya Cabang Malang.
Bagi Anda yang ingin menikmati masakan khas Sunda, Dapur 33 bisa jadi pilihan satu-satunya yang ada di Malang yakni di Jl Candi Trowulan 35, Jl Sukarjo Priyowinoto 2E (depan Trend Malang) dan di Jl Raya Randu Agung 90 Singosari Malang. Aneka masakan khas Sunda tersebut bisa dijumpai di sana, mulai dari nasi timbel, nasi ikan tim, dan yang paling dikenal yakni zupa-zupa serta yang lainnya.
“Buto” , dalam bahasa jawa timur berarti monster, atau raksasa. Apabila digabungkan dengan kata “burger” sudah bisa kita tebak artinya adalah burger berukuran besar. Benar, di Kedai 27 ini terdapat burger berbentuk bulat dengan diameter hingga 20 cm. ada juga yang berbentuk lonjong dengan panjang 40 cm dan lebar 15 cm. bisa kita bayangkan besarnya burger tersebut.